Nana Sastrawan

Pengantar ‘Jejak Puisi Digital’

Hari Puisi Indonesia ditetapkan 26 Juli. Penentuan tanggal itu berdasarkan hari lahir Chairil Anwar. Dideklarasikan di Pekanbaru 22 November 2012 berdasarkan kesepakatan para penyair Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak itu, Hari Puisi Indonesia dirayakan setiap tahun.

Pada tahun 2021, Hari Puisi Indonesia dirayakan dengan berbagai macam kegiatan sebagai upaya menjaga dan melaksanakan komitmen untuk memberi penghargaan yang tinggi kepada perpuisian dan kepenyairan Indonesia dan menempatkan perayaan Hari Puisi Indonesia sebagai Hari Raya Para Penyair. Kegiatan-kegiatannya, antara lain, (1) Baca Puisi Virtual yang telah dilaksanakan pada 26 Juli–16 September 2021 dan diikuti hampir 200-an penyair dari berbagai daerah di Indonesia; (2) Pekan Perayaan Hari Puisi Indonesia, yang diisi dengan kegiatan seminar di berbagai daerah secara virtual pada 25–30 Juli 2021; (3) Pemilihan Komunitas yang merayakan Hari Puisi Indonesia dilaksanakan 26 Juli–16 September 2021; (4) Lomba Cipta Puisi Grup Facebook Hari Puisi Indonesia 2021 yang diadakan secara online pada 26 Juli–16 September 2021; (5) Peluncuran dan Diskusi Buku (6) Seminar Internasional (7) Malam Puncak Anugerah Buku Puisi Hari Puisi Indonesia 2021.

Pada kegiatan Lomba Cipta Puisi Grup FB Hari Puisi Indonesia, telah terkumpul naskah 700-an puisi dengan jumlah 400-an penyair. Sekitar 30% diikuti oleh penyair perempuan. Kegiatan ini mengawali perayaan Hari Puisi Indonesia, 26 Juli 2021 dan ditutup 16 September 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan semangat Hari Puisi Indonesia sebagai media pemersatu bangsa dan menyambut baik kegiatan sastra yang tumbuh di dunia digital. Oleh karena itu, tema kegiatan dalam lomba ini mengikuti tema besar Perayaan Hari Puisi Indonesia 2021, yaitu Penyair dan Era Digitalisasi.

Setiap penyair yang tergabung dalam Grup Facebook Hari Puisi Indonesia boleh mengirimkan dua puisi yang bertemakan Penyair dan Era Digitalisasi, lalu menandai dua puluh lima temannya sebagai upaya ikut menyebarkan semangat berkarya menulis puisi. Dengan rentang waktu hampir tiga bulan, teks-teks puisi bertebaran di Facebook. Karya mereka yang boleh dikatakan masih berusia remaja hingga karya para penyair senior setiap hari menghiasi ruang facebook. Panitia pun mencatat, para penyair yang bermukim di berbagai daerah di Indonesia memajang puisi-puisi hasil karyanya di media sosial. Dari wilayah Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Bali, NTT, NTB dapat dengan mudah kita jumpai puisi-puisinya di media sosial. Meskipun demikian, kegiatan ini masih didominasi oleh para penyair dari wilayah Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Di tahun-tahun berikutnya, tentu saja para penyair dari wilayah timur akan lebih banyak hadir membawa puisi-puisinya yang kaya akan kearifan lokal.

Dari sejumlah puisi yang terposting di Grup Facebook Hari Puisi Indonesia, Dewan Juri Tahap I yang terdiri dari (1) Bastian Zulyeno (2) Danny Susanto (3) Herman Syahara (4) Nana Sastrawan, dan (5) Rintis Mulyaning Ati memilih 100 puisi yang akan dinilai Dewan Juri Tahap II yang terdiri dari (1) Abdul Hadi WM, (2) Ahmadun Yosi Herfanda, (3) Maman S Mahayana, (4) Rida K Liamsi, dan (5) Sutardji Calzoum Bachri. Juri Tahap II ini juga akan memilih tiga puisi pemenang dan tiga puisi favorit dari 100 puisi tersebut.

Dari 100 puisi terpilih, Yayasan Hari Puisi membukukan karya-karya mereka sebagai bukti sejarah terselenggara kegiatan perayaan Hari Puisi Indonesia 2021 dengan memberikan judul bukunya ‘Jejak Puisi Digital’. Buku tersebut dicetak terbatas.

Panitia menyadari, bahwa pada pelaksanaannya, selalu saja ada kekurangan di sana-sini. Hal ini akan menjadi perhatian kami untuk evaluasi di kegiatan lomba ini pada tahun-tahun berikutnya. Diharapkan, perayaan Hari Puisi Indonesia semakin mendapat tempat di segenap lapisan masyarakat Indonesia.

Jakarta, 15 Oktober 2021
Penanggung Jawab Lomba
Nana Sastrawan

Jejak Puisi Digital